Showing posts with label Pantun Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Pantun Indonesia. Show all posts

Thursday, July 7, 2016




Bila todak melanda Singapura
Habis dikerat dicincang lumat
Bila khianat pada manusia
Dunia akhirat takkan selamat

Habis dikerat dicincang lumat
Patinya diaduk dijadikan obat
Dunia akhirat takkan selamat
Kecuali minta ampun nasuha tobat

Anak jantan anak temenggung
Pergi memburu sampai ke Gombak
Lalu berhenti mengutip petai
Berani buat, berani tanggung
Kalau takut dilambung ombak
Jangan berumah ditepi pantai
 
Surat ditulis dalam gelap
Salah huruf banyak tak kena
Jagalah diri jangan silap
Jika silap dapat bencana

Kemuning daunnya lampai
Tubuh dijirat paduka tuan
Diatas dunia kaul tak sampai
Didalam surga ada penantian

Tubuh dijirat paduka tuan
Tidak cacat tidak selia
Didalam surga ada penantian
Hanya untuk yang beramal mulia

Sungguhlah besar taman Seri Mahkota
Tempat bermain bidadari Lela Utama
Sungguhlah benar bagi orang yang takwa
Ada tempat yang aman dan bahagia

Kain basurek kain bertulis
Pakaian raja Bugis - Makassar
Di Luh Mahfuz sudah tertulis
Janji sudah tak dapat ditukar

Anak merak anak merbah
Beradu kedua di dalam sarang
Siibu mendodoi
Anak sungai lagikan berubah
Inikan pula hati orang
Mengapa dirindui

Cari lebah bersarang besar
Jangan tersengat racun berbisa
Janji Allah adalah benar
Jangan tertipu kehidupan dunia

Harban Dewa anaknya Zanggi
Manis rupanya elok bercahaya
Jika perempuan taatkan laki
Beroleh surga Jannatul Mahwa

Menantunya pula Lela Sari
Semua melihat jatuh berahi
Selagi ugama tidak diingkari
Sebarang perintah wajib dipatuhi

Kelat sekali buah peria
Kelatnya kurang buah dibelah
Taatkan laki beroleh surga
Taat mutlak semata kepada Allah

Wednesday, July 6, 2016

30 Pantun Percintaan Terbaik dan Terbaru

Judul: 30 Pantun Percintaan Terbaik dan Terbaru
Tema: Percintaan
Sumber: Aliashamzah



Lain padang lain belalang
Belalang kunyit dilihat jarang
Asik dok pandang-pandang
Bunga terlepas dikebas orang

Belalang Kunyit dilihat jarang
Kinantan lelah lagi lunglai
Kononnya pula terok bertarung
Bunga terlepas dikebas orang ?
Ditangan Raja lagi diungkai
Kononlah pula ditangan orang

Terang bulan cahaya berseri
Nampak dilihat dari saujana
Siksanya tuan cinta birahi
Semua dibuat serba tak kena

Terang bulan cahaya berseri
Berbalam-balam diperdu rotan
Kalau sungguh cinta birahi
Hantarkan utusan sempurnakan ikatan

Mahu dihitung bilangan bintang
Tidak terkira jumlah adanya
Jika dihitung kasih dan sayang
Tidak terukur sebesar mana

Pinggan tak retak nasi tak dingin
Kalau tak salah orang tak tegor
Orang tak hendak, kenapa awak masih ingin?
Bunga tak sekuntum, kumbang tak seekor

Anak beruk duduk bersanding
Cari makan dalam hutan
Tujuh teluk sudah dibanding
Mana sama padamu tuan

Minum air, air dijerang
Untuk dibuat si air ketum
Rasa mabuk tidur belekor
Apa dilihat di tangan orang
Bunganya bukan sekuntum
Kumbangnya bukan seekor

Batu loyang buat asahan
Batunya hitam seruas jari
Bimbang siang boleh ditahan
Bimbang malam serasa mati

Banyak orang mengetam pulut
Saya sendiri mengetam padi
Banyak orang karam dilaut
Saya sendiri karam dihati

Balam mendengut tengah rimba
Balam serati jambul merah
Karam dilaut boleh ditimba
Karam dihati bilakan sudah

Biskut dalam peti
Ambil satu hendak rasa
Kalau diikut hati; mati
Ikut rasa, habis binasa

Rumput manis cemperai hidup
Lada muda perca kain
Jangan menangis bercerai hidup
Sama-sama mencari lain

Ikan belanak hilir berenang
Burung reruak menata sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Konon teringat dinda seorang
Jahit setangan pinggirnya dikelim
Baik dikelim kembang kelapa
Rindu dendam kemana nak dikirim
Nak dikirim kepada siapa

Segak menawan datuk penghulu
Mahir berlawan langkahnya tangkas
Kirimkan saja diangin lalu
Atau melalui SMS pesanan ringkas

Hijau daun diranting kayu
Mayang ditabuh bulir hamburan
Hajat dikirim di angin lalu
Sayang dihembus balik haluan

Bukan kacang sembarang kacang
Kacang melilit kayu jati
Bukan datang sembarang datang
Datang melihat sijantung hati

Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan sumbunya
Apa guna bermain mata
Kalau tidak dengan sungguhnya

Ambil gendang di kampung Kandis
Ditabuh ramai ditingkah biola
Makin dipandang semakin manis
Dilabuh hati menyala cinta

Dipanah semata Indera Sakti
Seekor dara dipohon keranji
Sudah sama menaruh hati
Diekor mata konon berjanji

Pat-pat nya
Siapa cepat dia punya.

Kumbang menyumbang bunga berseri
Bunga ditaman puteri raja
Entahkan benar demikian peri
Atau sekadar cakap sahaja

Api-api unggunan kandis
Damar tumpah dikulit tengar
Laki-laki mulutnya manis
Jika bersumpah jangan didengar

Habis jalan, bangunan bergegar
Tanda bencana yang amat berat
Kalau sumpah selalu dilanggar
Tidak selamat dunia akhirat

Dimana tempat murai berbunyi ?
Pokok kekabu ditepi kolam
Dimana tempat kita berjanji ?
Dalam kelambu diatas tilam

Pelbagai penangan telah dibeli
Buat jamuan lepas berzanji
Kerbau dipegang pada tali
Manusia dipegang pada janji

Anak raja mendaki bukit
Patah galah dalam perahu
Pegang tangan jeling sedikit
Hati didalam Allah yang tahu

Buah jering diatas para
Diambil budak sambil berlari
Hingga kering lautan Melaka
Barulah saya mungkir janji

Kalau roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya dirikan
Kalau sungguh bagai di kata
Badan dan nyawa saya berikan.

Ke teluk sudah, ke siam sudah
Ke Mekkah saja saya yang belum
Berpeluk sudah bercium sudah
Menikah saja saya yang belum

Si Luncai bermain rodat
Memukul tetawak pelbagai lakunya
Tidak sopan menyalahi beradat
Berbulu mata lihat lakunya



Tuesday, July 5, 2016

Kumpulan Pantun Peribahasa Lengkap dan Terbaru

Judul: Kumpulan Pantun Peribahasa Terbaru
Tema:  Peribahasa
Sumber: AliasHamzah

Anak buaya pergi bertenung
Singgah ke lubuk memakan bangkai
Hendak hati memeluk gunung
Gunung dipeluk tangan tak sampai

Anak dara mengandam dahi
Rambut ditanam di tepi telaga
Anjing biasa makan tahi
Kalau tak makan cium juga

Anak haruan mudik berenam
Lumba-lumba menyusul tebing
Sama mencecah si hati kuman
Susah senang sama membimbing

Pergi ke rumah Cik Mariam
Ramai orang tengah berjaga
Carik-carik si bulu ayam
Lama-lama bercantum juga

Kalau ada duit sekupang
Boleh beli cuka mentahun
Habis padi burung terbang
Bagai ulat tak kenangkan daun

Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Kehulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

Kerat kerat kayu diladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul

Harapkan untung menggamit
Kain dibadan didedahkan
Harapkan guruh dilangit
Air tempayan dicurahkan

Kayu keras si kayu kampas
Alas tempat orang berjudi
Ada beras kerja pun deras
Ada padi kerja pun menjadi

Tinggi sungguh Gunung Daik
Mercunya nampak terang berkelium
Kalau asal benih yang baik
Jatuh ke laut menjadi pulau

Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri

Pohon pepaya didalam semak
Pohon manggis sebasar lengan
Kawan tertawa memang banyak
Kawan menangis diharap jangan

Air pasang menanam bayam
Buyung diisi di dalam loyang
Jangan diambil resmi ayam
Bertelur sebiji riuh sekampung


Monday, July 4, 2016

20 Pantun Nasihat Untuk Segala Umur

Judul: 20 Pantun Nasihat Untuk Segala Umur
Tema: Nasihat
Sumber: Aliashamzah

Jentayu burung jentayu
Hinggap dibalik pokok mayang
Bunga kembang akan layu
Budi baik bilakan hilang

Payah kami menabur padi
Nenas juga ditanam orang
Payah kami menabur budi
Emas juga dipandang orang

Tinggi bukit gilang-gemilang
Air laut tenang-tenangan
Budi sedikit tidakkan hilang
Itu menjadi kenang-kenangan

Jikalau kita bertanam padi
Senanglah makan adik-beradik
Jikalau kita bertanam budi
Orang yang jahat menjadi baik

Biarlah orang bertanam buluh
Mari kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Marilah kita bertanam budi

Ayam jantan siayam jalak
Jaguh Siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari

Baik-baik makan keladi
Keladi itu ada miangnya
Baik-baik termakan budi
Budi itu ada hutangnya

Buah nenas bawa berlayar
Dimakan sebiji di Tanjung Jati
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati

Tenanglah tenang air di laut
Sampan kolek mudik ke tanjung
Hati terkenang mulut menyebut
Budi yang baik rasa nak junjung

Cindai bercorak penuh berpita
Pakaian anak Panglima Garang
Emas dan perak pengaruh dunia
Budi yang baik dijunjung orang

Jangan suka mencabut padi
Bila dicabut hilang buahnya
Jangan suka menyebut budi
Bila disebut hilang tuahnya

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Jauh sungguh pergi mandi
Setapak jalan lewatkan huma
Berat sungguh menanggung budi
Seribu tahun takkan lupa

Ragi pulut dalam kati
Tapai manis dalam kuali
Selagi hidup dalam pekerti
Sampailah mati dalam budi

Pisang emas dibawa belayar
masak sebiji di atas peti
lalu diambil untuk dimakan
Hutang emas boleh dibayar
hutang budi dibawa mati
budi tuan tuhan balaskan

Kain prai baju prai
Pakaian anak raja Yamtuan
Badan berkecai tulang bercerai
Barulah lupa budimu tuan

Singgah ke pulau menggali ubi
Kalau ke beting berdayung juga
Sepuluh kali kita berbudi
Kalau miskin terbuang juga

Sudah lama memakai gelang
Gelang berukir sirama-rama
Harimau mati meninggalkan belang
Manusia mati meninggalkan nama

Mati kayu karena benalu
Patah layu dahannya mati
Mati Melayu karena malu
Kalah Melayu termakan budi

Mencari ikan belida
Terpancing pula si ikan keli
Buat baik berpada-pada
Buat jahat jangan sekali

Sunday, July 3, 2016

25 Pantun Jenaka Yang Paling Lucu Terbaru

Judul: 25 Pantun Jenaka Yang Paling Lucu Terbaru
Tema: Jenaka/Lucu
Sumber: AliasHamzah


Tuan puteri di atas puri
Dato hulubalang di atas padang
Bila dinasihati dengar-dengari
Bila bertepuk pandang-pandang

Air tawar ditambah gula
Lalu dihidang beralaskan kain
Memang awak mencari bala
Pergi menepuk dada yang lain

Bertelepuk emas diatas kain
Ada sirih bergambir tiada
Tak menepuk dada yang lain
Dada sendiri berdaging tiada

Tuah merbuk pada kung-nya
Bandan menukik begap rupa
Raja Chola menggeleng kepala
Berubah tepuk pada dada
Padan menjadi usap dimuka
Inikah tanda millenium tiga ?

Garu pelandok lumut garit
Gugur pucuk habis kontot
Lalu bidukku umbut berkait
Lenguh sendi siku dan lutut

Ambilkan bilah pokok sena
Jadikan lata tempat berhandai
Andaikan gajah korek telinga
Giliran buaya hajat berinai

Jadikan lata tempat berhandai
Terbang sekawan burung belibis
Giliran buaya hajat berinai
Pipit pula membilang tasbih

Ambil sejimpit beras dan bertih
Ditabur penawar merubah nasib
Andaikan pipit membilang tasbih
Tafakur elang membaca ratib

Oh bulan kemana bintang
Atas pucuk kayu ara
Oh tuan kemana hilang
Dalam bilik anak dara

Atas pucuk kayu ara
Lebat daunnya pokoknya rindang
Hilang kedalam bilik nak dara
Cuma meminta rokok sebatang

Ambil segulung rotan saga
Sudah diambil mari diurut
Duduk termenung harimau tua
Melihat kambing mencabut janggut

Sudah diambil mari diurut
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga

Ditabur penawar merubah nasib
Nasib baik bukan sebarang
Tafakur elang membaca ratib
Melihat sitikus mengasah parang

Janda berhias merambah karang
Sirih kuning disangka serai
Melihat tikus mengasah parang
Datang kucing meminta damai

Sirih kuning disangka serai
Dijemur panas daunnya kering
Melihat kucing meminta damai
Ayam memasak pulut kuning

Bentan Telani diberi nama
Lagunya indah menawan merayu
Jangan hatinya diberi luka
Nantinya hilang kawan beradu

Disana merak disini merak
Merak mana hendak dikepung
Disana hendak disinipun hendak
Pening kepala terajang punggung

Diumpan merak dengan dedak
Hendak ditangkap dengan segera
Di sana hendak di sinipun hendak
Tepuk dada tanyakan selera

Bayan merbah merbuk dara
Terbang bebas hiasan angkasa
Jangan salah tertepuk dada
Badan terhempas mara bencana

Pelatuk besi lupuh melurut
Harimau dahan pelandok melompat
Melenguh sendi siku dan lutut
Balikkan badan biduk terjungkat

Kerbau putih membongkah tanah
Badak sambu pagut resam
Kalau mandi biarlah basah
Bidukku lalu umbut terendam

Elok sungguh bunga kantil
Tumbuh kearah kolam telaga
Elok sungguh berbini sungil
Walaupun marah tersenyum juga

Tumbuh kearah kolam telaga
Telaga mencuci badan yang melekit
Walaupun marah tersenyum juga
Tangan ketam cubitnya sakit

Bunga kantil sunting di Aceh
Bunganya putih dalam cerana
Biarlah sungil hatinya kasih
Cubitnya perih saya terima

Bunganya putih dalam cerana
Dipetik dijual didalam pekan
Sementelah cubitan tuan terima
Hatinya jangan tuan lukakan

Saturday, July 2, 2016

35 Pantun Teka-Teki Tersulit yang Pernah Ada

Judul: 35 Pantun Teka Teki Tersulit yang Pernah Ada
Tema: Teka-teki
Sumber: Aliashamzah


Hidup aman di dalam kota,
Ada pemimpin bernama raja;
Buruh-buruh rajin bekerja,
Askar bertugas setiap masa.

Kalau Tuan pergi ke kedai
Belikan saya buah keranji
Kalau tuan bijak pandai
Apa binatang keris di kaki?

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?

Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati?

Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan?

Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung?

Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi

Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian saya turun kesawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala di bawah?

Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji diluar apa buahnya?

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya?

Terbang tinggi si burung helang
Hinggap di atas pohon meranti
Anak ramai ibunya seorang
Bila bergesel berapi-rapi

Tinggi duduk di atas sekali
Bukan bulan bukan matahari
Bila malam ia berseri
Bila siang ia berganti

Tarik pukat dari pangkalan
Gula Melaka dibuat inti
Bila diikat ia berjalan
Bila dibuka ia berhenti

Cik Limah bersama anak lelaki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tidak berkaki,
Yang dikejar tiada berekor.

Buah budi bidara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?

Budak-budak ramai di pekan
Hari raya membakar petas
Kalau adik pandai kiasan
Apakah buah gugur ke atas?

Pergi umrah setiap tahun,
Moga sentiasa murah rezeki
Dalam batang ada daun,
Dalam daun ada isi.

Bila kecil boleh ditiup,
Sudah besar janganlah lagi,
Kalau tercucuk ia meletup,
Kalau terlepas terbangnya tinggi.

Mulut manis hati nak baik,
Itulah amalan turun temurun;
Benda apa yang akan naik,
Apabila saja hujan turun?

Walau dibungkus bukan kiriman,
Sudah takdir tuhan yang satu;
Meski ditanam bukan tanaman,
Cubalah teka apakah itu?

Bunga orkid indah warnanya
Penyeri taman dan juga hutan
Ramai orang datang bertanya
Bintang apa hidup di lautan?

Budak-budak bermain batu
Batu dikira satu persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?

Jika tuan membeli tikar
Tikar anyaman dari mengkuang
Kalau Tuan bijak pintar
Ular apa membelit pinggang?

Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun?
Pak Pung Pak Mustafa
Encik Dollah dirumahnya
Ada tepung ada kelapa
Gula Melaka jadi intinya

Kelip-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?

Masak tumis sambal petai
Makan kenyang sambil sendawa
Anda menziarah sahabat handai
Buah apakah yang akan dibawa?

Pokoknya bulat dan juga rendang
Masam dan hijau ketika muda
Buahnya berbentuk seperti bintang
Sudah masak, kuninglah ia

Belayar perahu dari Bentan
Menyusur tepi Selat Melaka
Lebar kepala dari badan
Apakah ikan cubalah teka?

Mak Minah menanak minyak
Kemenyan dibakar dengan setanggi
Dua peha beranak banyak
Untuk mendaki tempat yang tinggi?

Orang bekerja diberikan upah
Hidangan disaji dalam talam
Gajah putih ditengah rumah
Layar terkembang di waktu malam?

Gigi berduri tatah bersigai
Pembelah kayu ia berguna
Jika tuan orang yang pandai
Benda apakah makannya dua cara?

Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar?

Jika ke kedai pergi berbelanja
Belikan saya sudu dan senduk
Jika pandai katakan ia
Semakin berisi semakin menunduk?

Kalau tuan pakai lencana
Pakailah songkok di atas kepala
Kalau Tuan bijak laksana
Binatang apakah tiada kepala?

Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun?

Friday, July 1, 2016

25 Pantun Perpisahan yang Paling Populer

Judul: 25 Pantun Perpisahan yang Paling Populer
Tema: Perpisahan
Sumber: Aliashamzah


Bunga lada tingginya sama
Ambil setangkup bunga melati
Kanda berjanji terlalu lama
Manalah sanggup dinda menanti

Ambil setangkup bunga melati
Hiasan rambut puteri jelita
Kenapa dinda tak sanggup menanti
Mana perginya janji setia

Kayu mempoyan kulitnya manis
Patah galah dalam paya
Laku perempuan mulutnya manis
Cakap sepatah jangan percaya

Kerisi, Cencaru, siikan Parang
Ikan Belut siikan gerut
Tidak sangka orangnya curang
Lain dimulut lain diperut

Kerana budi Jasad Tertawan
Kain buruk jatuh di papan
Patah terkulai dahan meranti
Biarlah buruk rupamu tuan
Asal pandai mengambil hati.

Kerana Budi Jasad Tertawan
Tengah padang pasang pelita
Anyam ketupat bulan puasa
Bukan nak pandang cantiknya rupa
Hati terpikat budi bahasa.

Kalaulah jadi pergi keladang
Kain panjang cari dahulu
Kalaulah jadi pergi berdagang
Induklah semang cari dahulu

Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh kekanda jauh
Kalau rindu sama menungkan

Pucuk pauh selara pauh
Pucuk terjuntai di atas titi
Adik jauh kekanda jauh
Menaruh rindu di dalam hati

Patah pasak dalam kemudi
Patah diruang bunga kiambang
Kalaulah tidak bertemu lagi
Bulan yang terang sama dipandang

Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Batang selasih permainan budak
Tumbuhnya jarang tepi telaga
Bercerai kasih bukan kehendak
Paksaan orang dituruti juga

Sayang Semarang Gunung Merapi
Anak gelama dituba jangan
Tidak dilarang adik berlaki
Janji yang lama dilupa jangan

Ikan sepat dimasak berlada
Kuah cencaluk jadi bumbunya
Kalau tak dapat dimasa muda
Akan kutunggu sampai menjanda

Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Anak tani mengutip lokan
Lokan dikutip untuk dimakan
Sayang anak tangan-tangankan
Sayang isteri tinggal-tinggalkan

Pulau Sipadan pulau Ligitan
Tempat singgah raja Bulungan
Risau dibadan galau ingatan
Ingat pungguk rindukan bulan

Berinai orang berhitam kuku
Mandi disiram si air mawar
Tuan seorang biji mataku
Racun diminum jadi penawar

Leher merah itu helang
Terbangnya tangkas perangai garang
Jangan dinda berhati walang
Kasih kanda padamu seorang

Serapah disembur mengubat gatal
Tok bomoh membaca jampi
Sebelum tidur ditepuk bantal
Menyeru nama dalam mimpi

Berjalan di malam kelam
Baiklah kiranya berteman
Kenapa pungguk rindukan bulan
Bunga banyak kembang ditaman

Hilir rakit berkajang kain
Dimana teluk singgah bertimba
Niatku tidak pada yang lain
Adinda seorang tiadalah dua

Harum sungguh bunga melati
Kembang setangkai diwaktu pagi
Hancur sungguh rasa dihati
Sedang berkasih ditinggal pergi

Jauh berdagang ditengah kota
Menjual dagangan pelbagai benda
Abang pergi mencari harta
Buat meminang akan adinda

Tuesday, April 26, 2016


Title: Hanya Karna Cinta 
Tema: Percintaan
Aliran: Kontemporer
Karya: Ayu Nita Dewi 


Hanya Karna Cinta


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

”Penghargaan tertinggi untuk kerja keras seorang bukanlah untuk apa ia mendapatkan, namun untuk menjadi apa dia olehnya”

Saturday, April 23, 2016

Puisi Percintaan Cinta Kiasan Karya Krsitian Hadiwijaya


Title: Cinta Kiasan
Tema: Percintaan
Karya: Krsitian Hadiwijaya 


Cinta Kiasan


Ibarat sebuah kata tanpa makna 
Cinta terkadang berprasangka tanpa alasan 
Beraromakan cemburu yang membara 
Dan beralaskan dasar cinta yang berkesan 

Ibarat sebuah kata tanpa makna 
Terkadang cinta begitu menggembirakan cipta 
Namun kelak akan tetap terasa sakit jua 
Berbeda jika terjaga akan sebuah janji setia 

Ibarat sebuah kata tanpa makna 
Cinta terkadang membawa gundah nan gelisah 
Kemudian datang dengan membawa amarah 
Namun kelak akan tetap terasa sakit jua 

Ibarat sebuah kata tanpa makna 
Cinta hanyalah sebuah kiasan belaka 
Meski hidup kan begitu gersang tanpanya 
Berbeda jika terjaga akan sebuah janji setia 


#puisi anak Indonesia #jadi top puisi #puisi percintaan cinta kiasa karya Krsitian Hadiwijaya #puisi tebaik dan populer #puisi Indonesia

Wednesday, April 20, 2016

Puisi Percintaan Kangen Karya WS Rendra


Title: Kangen
Tema: Percintaan
Karya: WS Rendra


Kangen


Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku…
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.



#puisi Indonesia #kumpulan puisi-puisi percintaan #puisi percintaan kangen #puisi keren #top pusis #puisi karya WS Rendra #puisi percintaan paling keren dah

Monday, April 18, 2016

Pantun Jenaka Hasil Karya Anak-anak SMP Season 2

Title: Pantun Anak-anak SMP
Tema: Pantun jenaka/Lucu
Karya: Anak SMP

Pantun Jenaka

Kangkung ditumis
Jangan sinis
Paling bagus si Anis
Artinya Anak Manis

Mangga harum pasti kweni
Merah-merah buah tomat
Yang jorok bernama Rini
Artinya Rintihan Nikmat

Pandai sekali ikan pari
Berenangnya seperti lari
Temanku bernama Deri
Artinya Derita Di Malam Hari

Apa artinya ikan lohan
Kalau tidak punya betutu
Apa arti nama Johan
Artinya jomblo mirip hantu

Paling enak ilmu seni
belajarnya sampai tamat
Paling enak namanya Rini
Artinya Rintihan Nikmat

Jalan raya padat mobil
Sarapan dulu makan ketan
Teman kelasku bernama Nabil
Artinya Anak Blingsatan

Yang letih berhenti
Jangan cemberut
Yang namanya Santi
Ingusan tapi imut

Anak yatim di panti
Beli nasi satu bungkus
Yang kasian bernama Yanti
Artinya doYan Tikus

Enak rasanya permen kino
Naik motor, motor fino
Paling lucu namanya Sukirno
Artinya Suka mikir po*no

Friday, April 15, 2016


Pantun Jenaka Hasil Karya Anak-anak SMP

Title: Pantun Anak-anak SMP
Tema: Pantun jenaka/Lucu
Karya: Anak SMP

Pantun Jenaka


Tiap hari makan tempe
Bersama nenek dan cucu
Ini pantun anak SMP
tentang temannya yang lucu-lucu

Kupu-kupu jadi kepompong
Tergantung sendiri di kolong
Punya teman yang ompong
Sisa giginyapun bolong-bolong

Kelapa dimakan tupai
Bunga melati berampai-rampai
Teman SMPku sangat semampai
semeter pun tak sampai

Putih warnanya kapur barus
Ada dalam lemari ukir
Badannya memang kurus
Tapi kentutnya kaya petir

Sawah tempat menanam padi
Padi tumbuh di atas bukit
Temanku namanya Budi
Artinya "Budeg dikit"

Zaman jepang kerja rodi
Seluruh badan terasa sakit
Ada juga bernama Pidi
Artinya "pintar dikit"

Beli baju satu kodi
Pulangnya naik rakit
Yang parah bernama Edi
Maknanya "Edan dikit"

Hari senin upacara bendera
Tiangnya tinggi talinya panjang
Kalau namanya Gandira
Artinya ganas di ranjang

Beli pulpen beli pena
Pena panjang sejengkal
Ada anak bernama Dina
Artinya Diam-Diam Tapi Nakal

Kalau haus minum sugus
Kalau BAB di kakus
Ada juga si Agus
Anak gaul tapi rakus

Thursday, April 14, 2016

Pantun Percintaan "Cintaku jauh di pulau" Karya Chairil Anwar

Title: Cintaku jauh di pulau
Tema: Percintaan
Karya: Chairil Anwar


Cintaku Jauh di Pulau


Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

#kumpulan pantun-pantu percintaan #pantu karya Chairil Anwar #pantin Indonesia #pantun cintaku jauh di pulau

Wednesday, April 13, 2016



Title: 10 Contoh Pantun Agama Terbaru
Tema: Keagamaan/Religius

Cari lebah bersarang besar
Jangan tersengat racun berbisa
Janji Allah adalah benar
Jangan tertipu kehidupan dunia

Harban Dewa anaknya Zanggi
Manis rupanya elok bercahaya
Jika perempuan taatkan laki
Beroleh surga Jannatul Mahwa

Menantunya pula Lela Sari
Semua melihat jatuh berahi
Selagi ugama tidak diingkari
Sebarang perintah wajib dipatuhi

Kelat sekali buah peria
Kelatnya kurang buah dibelah
Taatkan laki beroleh surga
Taat mutlak semata kepada Allah

Tubuh dijirat paduka tuan
Tidak cacat tidak selia
Didalam surga ada penantian
Hanya untuk yang beramal mulia

Sungguhlah besar taman Seri Mahkota
Tempat bermain bidadari Lela Utama
Sungguhlah benar bagi orang yang takwa
Ada tempat yang aman dan bahagia

Kain basurek kain bertulis
Pakaian raja Bugis - Makassar
Di Luh Mahfuz sudah tertulis
Janji sudah tak dapat ditukar

Anak merak anak merbah
Beradu kedua di dalam sarang
Siibu mendodoi
Anak sungai lagikan berubah
Inikan pula hati orang
Mengapa dirindui

Bila todak melanda Singapura
Habis dikerat dicincang lumat
Bila khianat pada manusia
Dunia akhirat takkan selamat

Habis dikerat dicincang lumat
Patinya diaduk dijadikan obat
Dunia akhirat takkan selamat
Kecuali minta ampun nasuha tobat

Anak jantan anak temenggung
Pergi memburu sampai ke Gombak
Lalu berhenti mengutip petai
Berani buat, berani tanggung
Kalau takut dilambung ombak
Jangan berumah ditepi pantai
 
Surat ditulis dalam gelap
Salah huruf banyak tak kena
Jagalah diri jangan silap
Jika silap dapat bencana

Kemuning daunnya lampai
Tubuh dijirat paduka tuan
Diatas dunia kaul tak sampai
Didalam surga ada penantian

Tuesday, April 12, 2016

Pantun Jenaka Karya Hoericky Mashur

Title: Pantun jenaka
Tema: Pantun Jenaka/Lucu
Karya: Hoericky Mashur


Pantun jenaka

Sianak bermain dalam kubangan
bersama sapi dan kambing domba
enak sungguh gembala makan
tiada diingat lumpur dimuka

Tiup seruling sianak gembala
berjalan pelan buntut bergoyang
ingat pulang hari dah senja
takut ibu hatinya bimbang

Anak gembala tidak berbaju
membawa senjata ketapel getah
sapi meruput anak berburu
berburu burung siburung unta

Badannya hitam rambutnya botak
membawa teman mencari rumput
anak gembala slalu bertindak
dikejar macan tersangkut sangkut

Riuh bernyanyi ditengah ladang
menyanyi tembang anak jalanan
diujung gunung mata memandang
menghayal jadi seorang juragan

Kisah cinta siti nurbaya
dongeng dibawah dari sumatera
dengar cerita baring ditanah
anak gembala tertidur sudah
...


Kain kerudung pasang dimuka
hiasan cantik untuk kepala
indah sungguh hiasan wanita
memang benarlah dia muslimah

Tak pernah kulihat tak pernah kusapa
gadis cantik putri pingitan
pandai sungguh saat berkata
itulah gadis jadi pilihan

Memakai baju menutup badan
baju dupakai teluk belanga
mata melirik hati terkesan
tiada hilang pandangan mata

Kampung baru ramai penduduk
rumah rapat tidak teratur
dari jauh pandangan tertunduk
mulut tersekat ingin menegur

Kicau burung dipagi hari
anak ayam turun dikandang
ingin berjumpa setiap hari
agar selalu dapat kupandang

Bangun pos yandu didalam kampung
kerja bakti dihari minggu
dua hari duduk termenung
termenungkan kekasih yg ditunggu

Ayun ayun kereta besi
smakin diayun kuat melayang
dari pagi ketemu pagi
tak mau pergi sibayang bayang
...

Monday, April 11, 2016

Pantun Percintaan "Senja di Pelabuhan Kecil" Karya Chairil Anwar

Title: Senja di Pelabuhan Kecil
Tema: Percintaan
Karya: Chairil Anwar


Senja di Pelabuhan Kecil


Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap



#kumpulan pantun-pantun percintaan #pantun karya Chairil Anwar #pantun Indonesia #pantun percintaan senja di pelabuhan kecil

Saturday, April 9, 2016

Pantun Jenaka Nostalgia Karya Hoericky Mashur

Title: Nostalgia
Tema: Pantun Jenaka/Lucu
Karya: Hoericky Mashur

Pantun Jenaka Nostalgia


 Sunda kelapa pelabuhan kota
berjejer kapal menunggu angkutan
ingin mencari orang jakarta
eee...yang nyasar malah sang mantan

Melihat photo kenangan lama
dalam album semua bercerita
gambarnya lucu-lucu semua
teringat waktu kita bercinta

tidak terasa 20 tahun sudah
jagoanku sudah besar semua
yang besar sudah kuliah
yang kecil masih bermanja-manja

Jakarta dahulu kala
tempat berkumpul medan merdeka
titiek puspa sekarang sudah tua
walaupun tua tetap manis aja

Ingat cerita utha likumahuwa
main bersama dijakarta kota
tapi kini dia tlah tiada
kenangan bersama tak pernah lupa

Friday, April 8, 2016

Pantun Percintaan "Hampa" Karya Chairil Anwar

Title: Hampa
Tema: percintaan
Karya: Chairil Anwar

Hampa

  
Sepi diluar menekan mendesak
Lurus kaku pepohonan tak bergerak
Sampai ke puncak sepi memangut
Tak satu kuasa, melepas renggut
Segala menanti, menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik 
Memberat-mencengkung pundak
Sampai binasa segala belum apa-apa
Udara bertuba setan bertempik
Ini sepi terus ada dan tiada


#kumpulan pantun-pantun percintaan #pantun hampa karya Chairil Anwar #pantun Indonesia #pantun percintaan terbaik

Thursday, April 7, 2016

Pantun Agama "Kesabaran" Karya Chairil Anwar

Title: Kesabaran
Tema: Agama
Karya: Chairil Anwar


Kesabaran


Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu

Aku hendak bicara
Suaraku hilang, tenaga terbang
Sudah! Tidak jadi apa-apa!
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli

Keras membeku air kali
Dan hidup bukan hidup lagi

Kuulangi yang dulu kembali
Sambil bertutup telinga, berpicing mata
Menunggu reda yang mesti tiba


#kumpulan pantun-pantun agama #pantun kesabaran karya Chairil Anwar #pantun indonesia #pantun agama populer

Wednesday, April 6, 2016

Pantun Jenaka Pantun Lucu Karya Hoericky Mashur


Title: Pantun Lucu
Tema: Pantun Jenaka/Lucu
Karya: Hoericky Mashur


Pantu Jenaka Pantun Lucu


Plaboyant indah bermekaran
gugur daun indah menawan
baru bangun langsung sarapan
ingat kawan langsung fban

Rokok kuhisap asap berhamburan
terbayang senyuman sirambut panjang
lagi ngapain kah dia sekarang
jangan-jangan dibawa orang

Pandai merayu si bujang labu
rayuan disusun dengan irama lagu
mencari hiburan di hari minggu
siapa tahu jumpa dia slalu

Bubur tahu dicampur gula
sarapan pagi dengan prata
merayu terus memang kerjanya
menjerat anak dara dan bujang teruna

Rayuan gombal minggu ceria
memikat gadis cantik jelita
ramai-ramai kepantai carita
bawah pasangan uang tak ada